TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Dewan Dakwah Islamiyah Usulkan Hari NKRI sebagai Hari Nasional

Tribunnews Jatim - 02 - Apr - 2019
Dewan Dakwah Islamiyah Usulkan Hari NKRI sebagai Hari Nasional

istimewa

Tom Mas'udi (batik coklat), caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil 3 Kota Surabaya yang juga Wakil Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur.

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengusulkan Hari NKRI sebagai Hari Nasional.

KH.Sudarno Hadi ketua DDII Jatim menegaskan, sudah selayaknya negara menetapkan hari NKRI sebagai hari bersejarah yang sangat menentukan kelanjutan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mencatat fakta, menolak lupa. Hari ini tepatnya 69 tahun 'Mosi Integral Natsir' nyaris terlupakan.

"Republik Indonesia Serikat (RIS) bentukan Belanda yang berpotensi memecah belah Republik, berhasil disatukan kembali melalui Mosi Integral Natsir," demikian disampaikan oleh Tom Mas'udi, caleg Partai Bulan Bintang (PBB) Dapil 3 Kota Surabaya yang juga Wakil Sekretaris Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur.

Sebagai penerus cita-cita Natsir, PBB berkewajiban mengingatkan kembali peristiwa monumental ini.

"Bahwa pernah tercatat dalam tinta emas sejarah, bangsa ini nyaris tercabik-cabik dalam negara-negara bagian atau federasi," imbuh Alumni Mahasiswa Universitas Jember Fakultas Sastra ini.

Hal senada ditandaskan oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Jatim, KH Sudarno Hadi yang menyerukan agar seluruh elemen bangsa mengambil sikap Jas Merah ( jangan sekali-kali melupakan sejarah). Bahwa Muhammad Natsir selaku pendiri Dewan Dakwah adalah Pahlawan Nasional yang istiqamah.

"Hidupnya, seluruh jiwa raga, harta benda Beliau korbankan untuk agama dan negara", papar KH Sudarno Hadi.

Peristiwa bersejarah itu terjadi pada tanggal 3 April 1950, di dalam sidang parlemen, di mana Mr. Muhammad Natsir sebagai Ketua Fraksi Partai Masyumi ( Majelis Syura Muslimin Indonesia), dengan kecerdasan dan kejelian intuisi politiknya mengambil langkah ' break through' yang menjadi solusi final dari kemelut RIS menuju NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

"Jadi NKRI bukanlah terminologi maupun barang baru seperti yang digembar-gemborkan saat ini. NKRI itu cita-cita luhur umat dan bangsa, arsiteknya adalah aktifis Islam, Perdana Menteri dan negarawan yang bernama M. Natsir. Maka janganlah membawa NKRI, tanpa melibatkan umat Islam. Semoga tidak gagal faham," tambak KH Sudarno Hadi sambil tersenyum simpul.

Terkait dengan hal tersebut, KH Tamat Anshory Ismail, mantan anggota DPRD Jatim dari PBB menegaskan bahwa NKRI harga mati sejak tahun 1950 sudah dideklarasikan dan disahkan secara konstitusional tanggal 16 Agustus di tahun yang sama. Artinya, umat Islam merupakan arsitek NKRI, jadi jauh panggang dari api jika arsitek akan merusak bangunan NKRI itu sendiri", imbuh KH Tamat Anshory Ismail.

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?