TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Bambang DH Tak Ingin Kaum Muda Digilas Teknologi

berita jatim - 5 hari lalu

Surabaya (beritajatim.com) – Kemajuan dunia teknologi semakin pesat, membuat siapapun akan tergilas, jika tidak mengikuti perkembangannya. Tak terkecuali kaum muda di Indonesia yang mempunyai andil signifikan.

Hal ini disampaikan Bambang DH saat membuka workshop ‘Be Content Creator Fotografi, Infografis, Vlog dan Creative Content’ yang diadakan BDH Center di Hotel Bisanta Bidakara Surabaya.

Pria yang maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil 1 (Surabaya-Sidoarjo) nomor urut 1 ini mengatakan, jika dirinya ingin memberikan peringatan kepada anak muda.

Menurut dia, jika anak muda hanya diam dan pasif, maka akan tergilas oleh kemajuan pesat teknologi. “Kita sekarang sudah menyadari bahwa sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0, yang diringi digitalisasi yang luar biasa.

Apalagi dengan penetrasi penggunaan smartphone dan media sosial yang cukup tinggi di Indonesia. Lebih dari 130 juta orang sudah menggunakan media sosial, ini angka yang tinggi,” tutur pria yang juga Walikota Surabaya 2002-2010 ini.

Dengan adanya kegiatan ini, kata Bambang DH, anak-anak muda bisa berkreasi, memproduksi dan mengisi content positif baik di media sosial maupun platform yang lainnya. Content positif ini nantinya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi bisa juga berdampak kepada pembangunan bangsa dan negara.

“Kita kan tidak ingin ke sana (gaptek, red) atau hanya menjadi penonton. Oleh karena itu, kita mendorong. Saya senang melihat inisiatif kawan-kawan ini dan saya juga senang sambutan dari anak-anak cukup tinggi. Dengan ini tahun depan kita adakan lagi yang lebih baik dengan kapasitas yang lebih baik. Juga kita koreksi pelaksanakan workshop kali ini,” jelasnya.

Datang sebagai pembicara, Plt Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (Mas Ipin). Mas Ipin mengatakan, jika sekarang banyak aplikasi yang dapat mempermudah anak muda untuk bisa membuat suatu hal yang kreatif. “Tinggal sekarang yang penting adalah kalau post sesuatu harus dengan tujuan yang baik,” ungkapnya di sela-sela acara.

Mas Ipin ini berharap banyak aktivis-aktivis media sosial yang bisa membuat kampanye-kampanye yang menarik. Inspiring dan kemudian bisa menggerakkan orang untuk melakukan hal yang lebih baik. “Contoh bagaimana kita menanggapi diskriminasi, kekerasan seksual atau apapun. Jadi kampanye seperti itu yang harus dikampanyekan,” harap Mas Ipin.

Mas Ipin juga tak menampik banyaknya konten negatif yang menghiasi di platform-platform media sosial. Menanggapi hal itu, ia menjelaskan jika seseorang menjadi baik itu karena pernah melakukan hal buruk. Oleh sebab itu dirinya tidak membenci keburukan. Karena kalau ia membenci keburukan sama halnya membenci dunia ini. Artinya, lanjut Mas Ipin, baik dan buruk itu di dalam hati dan bagian dari sisi manusia. “Tetapi pada saat tertentu kita kan harus memilih, sadar dan bertumbuh,” jelasnya.

Ia beranggapan, adanya negatif serta positif konten adalah suatu pendewasaan cara berpikir. “Jadi tidak usahlah membatasi, tetapi kecuali kalau skalanya sudah mengkhawatirkan ya sesaat perlu dibanned untuk tampil,” pesannya.

Kendati demikian, kalau terlalu banyak banned dan terlalu banyak sensor menurutnya juga bukan suatu kedewasaan. “Jadi, biarkan anak-anak muda di Surabaya ini tumbuh. Kalau sudah tahu banyak konten yang menyesatkan, kita jangan main banned, tapi harus iimbangi dengan narasi lain. Ya konten-konten yang positif itu untuk menepis hoaks,” jelasnya.

Sementara itu, Eri Siswanto selaku pemateri fotografi berpesan kepada para peserta untuk sering mengeksplorasi kemampuan-kemampuan dan kepekaan dalam memotret. “Yang penting itu ada kemauan, harus sering praktik jangan hapus foto yang sebelumnya. Jangan terpaku dengan kamera yang mahal dan bagus serta maksimalkan apa yang dipunya,” pungkas wartawan foto yang biasa dipanggil Eric Ireng ini. (tok/kun)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?