TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Cerita Evin, Sudah 8 Tahun Ternak Lele untuk Hidupi Keluarga

Tribunnews Jabar - 5 hari lalu
Cerita Evin, Sudah 8 Tahun Ternak Lele untuk Hidupi Keluarga

Tribun Jabar/ Andri M Dani

Evin sudah 8 tahun menjadi pembenihan lele, dan kini lewat Kelompok “Mekar” yang diketuainya, ibu dua anak warga Dusun Cikatomas Desa Handapherang Cijeungjing Ciamis tersebut juga mengembangkan budidaya pembesaran lele untuk menghasilkan lele ukuran konsumsi

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Evin Nuradiani (31) bukanlah ibu rumah tangga biasa. Sudah delapan tahun ibu dua ini menjadi peternak lele, khusus pembenihan.

Tiga jenis lele yang dibenihkan yakni lele dumbo, lele sangkuriang dan lele mutiara.

Lahan pekarangannya seluas 40 bata atau sekitar 560 meter persegi di Blok Pasir Dusun Cikatomas RT14/06 Desa Handaherang, Cijeungjing, Ciamis, disulap menjadi 12 petak kolam plastik untuk pembenihan lele ukuran rata-rata 3 x 4 meter persegi.

“Di sini hanya pembenihan, tidak ada pembesaran. Benih ukuran sejari (ngaramo) dijual. Sudah ada yang menampung, mereka datang ke sini. Kebanyakan dibawa ke Bogor untuk dibesarkan,” ujar Evin Nurdiani kepada Tribun Sabtu (16/3/2019).

Usaha pembenihan lele tersebut, kata Evin, dirintisnya bersama suami, Budiana (37) sejak 8 tahun lalu.

Karena suaminya sering bepergian sebagai sopir angkutan bahan bangunan, Evin lebih sering menggantikan peran suaminya sebagai peternak lele.

“Sehari-hari memang saya yang di sini. Mulai dari memijahkan lele, memberi makan, mengganti air, memindah-mindahkan anak lele umur seminggu, dua minggu hingga lele umur 2,5 bulan untuk dijual. Kalau ada penampung yang datang biasanya saya yang melayani,” katanya.

Ada dua petak kolam khusus untuk menyimpan induk (bibit) lele yang siap dipijahkan.

“Induk lele yang sudah mijah disimpan di kolam untuk pemijahan bersama jalu-nya (lele jantan) dengan perbandingan satu banding satu. Satu ekor induk dikawinkan dengan satu ekor jantan. Di sini, pemijahan lele berlangsung secara alami, tidak pakai suntikan atau obat-obatan. Murni alami,” ujar Budiana, suami Evin.

Setelah sepasang lele mijah secara alami, ribuan anak lele yang memenuhi satu petak kolam dialihkan ke tiga petak kolamnya setelah usia seminggu.

Kemudian lele dipindahkan lagi setelah usia 2 minggu, saat seukurang sebesar batang korek api.

Secara periodik, pemindahan ke beberapa petak kolam tersebut untuk mengurangi kepadatan populasi dalam satu petak kolam guna mempercepat pertumbuhan.

Ada 12 petak kolam yang dipersiapkan untuk pendederan benih tersebut sampai umur 2,5 bulan, ukuran siap jual untuk pembesaran.

Anak lele ukuran 57 oleh Evin dijual Rp 180 per ekor, ukuran 68 Rp 300 per ekor dan ukuran 79 Rp 35.000/kg.

“Menjual anak lele hasil pembenihan ini tidak sulit. Tidak perlu kemana-mana. Selalu ada saja penampung yang datang ke sini,” kata Evin.

Dari penjualan anak lele itulah Evin dan Budiana memenuhi kebutuhan keluarganya termasuk dua anaknya. Anak sulung Evin sudah duduk sekolah di SD sementara si bungsu masih balita.

Selain Evin dan Budiana, di Blok Pasir Dusun Cikatomas tersebut ada tiga KK yang bergerak di bidang pembenihan lele. T

iga bulan lalu, Evin didaulat jadi ketua kelompok peternak lele “Mekar” Dusun Cikatomas.

Ada 10 orang anggotanya. Kelompok “Mekar” ini khusus dibidang pembesaran lele.

“Anak-anak lele yang dibesarkan di kolam kelompok hasil pembenihan dari kolam-kolam pribadi saya. Jadi selain melayani penampung, benih lele dari kolam saya juga untuk dibesarkan di kolam kelompok,” terangnya.

Ada sepuluh kolam terpal berdiameter 3 meter dan ketinggian 1,2 cm yang dimiliki kelompok Mekar tersebut.

Dibangun dengan instalasi yang modern dalam rumah kaca. Komplek kolam kelompok Mekar dibawah pimpinan Ny Evin tersebut dibangun dari dana bantuan CSR Bank Mandiri (BUMN).

Tiap bak berkapasitas 2.500 anak lele siap dibesarkan. Dari ukuran 8 cm jadi ukuran konsumsi 8-10 ekor/kg.

Pembesaran lele di kolam kelompok Mekar tersebut menggunakan system bioflok, yang dikembangkan BUMN peduli. Sistem Bioflok memanfaatkan jasa enzim untuk effiensi pakan.

“Dengan bantuan enzim, pakan yang terbuang dalam kolam dapat dimakan lagi oleh lele, tidak menjadi pembusukan di dasar petak kolam,” ujar Anjar Muhammad (38), pembibing teknis kelompok “Mekar”.

Dengan bantuan enzim, tidak ada sisa pakan yang terbuang, penggunaan pakan berupa pellet amat efisien yakni 0,8 kg pakan/1 kg ikan. Sehingga biaya produksi bisa ditekan. Dengan bantuan aerator, enzyme juga dapat menjaga kualitas air dengan kestabilan PH.

Dalam usia 4,5 bulan lele di kolam pembesaran milik kelompok Mekar ini sudah bisa dipanen dengan ukuran konsumsi.

“Tiap petak kolam berkapasitas 2,500 ekor, dengan tingkat kematian 15%, bisa dipanen sekitar 300 kg lele ukuran konsumsi. Rencana akan dipanen hari ini masih menunggu penampung (Bandar). Total siap panen sekitar 3 ton lele dari 10 kolam terpal ini,” katanya.

Bandar dari Pasar Manis Ciamis kata Anjar siap menampung leel hasil kelompok Mekar tersebut, termasuk Bandar yang suka menampung lele untuk pancingan.

“Sekarang lele untuk kolam pemancingan lagi booming. Terutama untuk wilayah Cilacap Jateng. Potensi pasar lele untuk pancingan terbuka lebar,” jelas Anjar.

Tentunya yang regular adalah untuk memenuhi kebutuhan pasar, rumah makan, terutama pecel lele lamongan, lele krispi dan sebagainya.

Dan untuk memanen lele ukuran konsumsi, Evin sebagai ketua kelompok ”Mekar” mengaku tidak takut kepatil lele.

“Itu resiko, kalau kepatil tinggal usap darah di bagian yang dipatil, nanti perihnya akan berkurang sendiri,” ujarnya.

Usaha pembesar lele oleh kelompok Mekar dengan system bioflok tersebut mendapat apresiasi lewat padat karya tunai dalam rangka HUT BUMN Sabtu (16/3/2019)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?