TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Iuran Naik, Warga Perumahan WBM Gugat Pengembang

Realita - 14 - Feb - 2019
Iuran Naik, Warga Perumahan WBM Gugat Pengembang

Suasana persidangan di PN Surabaya terkait gugatan perdata Class Action warga perumahan Wisata Bukit Mas.

Gugatan itu dilayangkan terkait tingginya tarif Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) berkisar 2 juta rupiah per bulan.

Hal itu diungkapkan Adi sesaat usai jalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. "Lah agenda sidang belum masuk ke pembuktian kok sudah minta alat-alat bukti. Saya nilai kuasa hukum tergugat tak memahami isi materi gugatan kita serta hukum acara persidangan," ujar Adi selaku kuasa hukum penggugat.

Pendapat Adi tersebut, dibenarkan Ketua Majelis Hakim Agus Hamzah yang memeriksa perkara ini. Menurut hakim, hukum acara perkara perdata berbeda dengan perkara pidana.

Pada hukum acara perkara pidana, para pihak bisa meminta atau menunjukan alat bukti pada awal agenda sidang. Sedangkan sebaliknya pada hukum acara perkara perdata.

"Itu namanya kita melanggar hukum acara. Kami berikan waktu 2 minggu untuk pihak tergugat memberikan jawaban," ujar hakim.

Tak pelak, hal ini sempat membuat kecewa pihak penggugat, sesuai agenda, sidang semestinya digelar dengan agenda jawaban pihak tergugat, namun terpaksa tertunda.

"Makanya saya tadi sempat keberatan terhadap permohonan pihak tergugat untuk pembuktian alat-alat bukti. Ini tidak tepat," tambah Adi.

Seperti diketahui, persoalan antara 351 warga perumahan Wisata Bukit Mas di lingkungan RW 006 yang diwakili Ir. irwan Yuli Priharto, Neco Setiawan SP, Richard Suleman dan Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya MM serta Tan Khing Liong dengan melawan pihak managemen PT Binamaju Mitra Sejati (BMS) ini.

Pasalnya, Warga beranggapan pihak pengembang selama ini telah sewenang- wenangnya menaikan tarif IPL tersebut setiap bulannya hingga mencapai jutaan rupiah.

Di mana, Dalam gugatannya bahwa warga meminta agar IPL dibatalkan sebab pengembang dinilai seenaknya menarik maupun menaikan iuran bulanan hingga mencapai satu juta lebih perbulannya. Alasan warga perumahan tersebut, karena sudah di bentuknya perangkat warga sendiri, dan sudah disetujui oleh Pemkot Surabaya.

Selanjutnya, Tarif-tarif PT BMS yang digugat oleh 351 warga pada RW 006 dan dianggap tidak sah menurut hukum serta tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat adalah sebagai berikut:

Sejak mulai tahun 2006 iuran sebesar 100 ribu Rupiah dan setiap tahun iuran itu naik hingga sampai sekarang mencapai puncaknya yakni sebersar Rp 2 juta.

Lalu warga sekitar perumahan pun merasa keberatan, lantaran pengembang sudah melakukan perbuatan yang dianggap melawan hukum dengan menarik iuran 2 juta perbulannya.

Sesuai Surat No. 001/ESTATE/V/2012 tentang Pemberitahuan Perubahan Tarif Retribusi yang menentukan perubahan tarif sebesar Rp 1.000/M2 yang berlaku tanggal 01 Juni 2012.

Lanjut lagi surat berikutnya, No. 014/ESTATE/V/2013 tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan yang menentukan kenaikan tarif Rp 1.375/ M2.

Dan muncul Surat berikutnya No. 009/WBM-ESTATE/XII/2014 tentang IPL yang menentukan kenaikan biaya retribusi tahun 2015 sebesar Rp 1.650/M2.

Serta surat No. 067/Warga-Estate/XII/2015 tentang Pemberitahuan Retribusi Biaya Pengelolaan Lingkungan Wisata Bukit Mas yang menentukan besar biaya Retribusi tarif 2016 sebesar Rp 2.035/M2.

Surat Nomor 165/ESTATE-WARGA/XII/2016 Tentang Pemberitahuan Kenaikan Retribusi Biaya Pengelolaan Wisata Bukit Mas Tahun 2017 yang menentukan besar kenaikan biaya retribusi sebesar Rp 2.200/M2.

Terakhir surat No. 062/Estate-Warga/XII/2017 tentang Pemberitah.ys

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?