TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Alipay dan WeChat Pay Masuk Indonesia, Yusuf Mansur Percaya Kepada Pemerintah

NusantaraNews - 14 - Feb - 2019
Alipay dan WeChat Pay Masuk Indonesia, Yusuf Mansur Percaya Kepada Pemerintah

Logo Paytren Yusuf Mansur. (Foto by Paytren.co.id)

NUSANTARANEWS.CO, Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui bank sentral, telah memperkenankan sejumlah perusahaan fintech asal Cina masuk ke Indonesia. Diantaranya adalah Alipay dan WeChat Pay.

Menanggapi hal itu, CEO Paytren, Yusuf Mansur mengaku percaya pada pemerintah. Menurut dia, pemerintah pasti mempunyai strategi untuk melindungi agar penyedia platform perusahaan fintech di dalam negeri tetap kuat menghadapi gempuran Alipay dan WheChat Pay.

“Ya bismillah lah. Percaya pemerintah akan punya strategi. Kemudian punya cara membuat orang orang di dalam ini kuat. Sekuat mereka,” kata Yusuf Mansur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/2).

Meski demikian, dirinya mengaku tidak khawatir dalam persaingan cashless money (pembayaran non tunai) di dalam negeri. Yusuf berpandangan bahwa dalam hal ini semangat yang dibangun adalah semangat sinergi.

“Dan kita semangatnya kan sinergi, siapa tahu kita bisa sinergi. Yang penting kan kesetaraan,” pungkasnya.

Sebagai informasi saat ini sejumlah dombet online ramai ramai berebut pasar online di Indonesia. Beberapa penyedia flatform asing seperti Alipay yang menggandeng DANA, WeChat Pay, dan kemudian Ovo terus bersaing berebut pengaruh.

Bahkan pemerintah sendiri melalui BUMN, baru baru ini telah mengumumkan akan meluncurkan fintech baru bernama LinkAja untuk mentralisir persaingan Ovo, Go-Pay dan DANA yang berada di bawah bendera Alipay.

LinkAja merupakan fintech pembayaran uang elektronik yang merupakan gabungan dari BUMN. LinkAja bakal dirilis 21 Februari mendatang.

Dua fintech pembayaran yang akan bergabung ke dalam LinkAja adalah TCash dan TBank. TCash adalah aplikasi milik PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Sementara TBank adalah uang elektronik besutan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?