TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Warga Satu RT di Kawasan ini Tak Dapat Menikmati Lancarnya Air PDAM, Ada yang Nekat Melakukan ini

Tribunnews Banjarmasin - 09 - Dec - 2018
Warga Satu RT di Kawasan ini Tak Dapat Menikmati Lancarnya Air PDAM, Ada yang Nekat Melakukan ini

banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti

Warga Alalak Selatan, RT 7 Gang Arrida Banjarmasin, Norhayah mencuci beras menggunakan air sungai. Karena air PDAM di rumahnya tidak bisa mengalir

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lebih setengah tahun, warga yang tinggal di RT 7 Gang Arrida Alalak Selatan Kecamatan Banjarmasin Utara kesulitan air bersih.

Saluran air yang menghubungkan antar rumah di kawasan itu tak mengalir.

Norhayah, salah satu warga Alalak Selatan menuturkan, suplay air dari PDAM Bandarmasih Banjarmasin tak bisa terlalu diharapkan lantaran sering ngadat.

“Air PDAM disini sudah lama sekali mati. Kadang bisa tapi kecil sekali alirannya. Yang jelas lebih sering mati total,” keluhnya.

Oleh karena itu, dirinya tidak terlalu suka mengharapkan aliran PDAM, meskipun di kawasan tersebut termasuk daerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih.

Akhirnya dirinya dan warga sekitar lebih banyak yang memanfaatkan sir sungai untuk keperluan sehari-hari.

Sembari memperlihatkan keran air yang tak mengeluarkan air sedikit pun, Norhayah hanya ingin memastikan jika air PDAM memang benar-benar tak mengalir.

Tragisnya, ada warga yang sampai memotong saluran agar tak lagi membayar beban air karena dianggap air PDAM tidak bisa digunakan.

Tak mengalirnya air PDAM dikatakan Norhayah hanya terjadi di RT 7.

Semua rumah di RT itu tak bisa menikmati air bersih layaknya ketika air PDAM dalam keadaan lancar.

Lain halnya RT enam, yang dikatakan Nurhayah kondisi airnya tetap baik-baik saja.

“Kami sudah melaporkan kepada Ketua RT. Namun sampai saat ini juga belum ada tanggapan. Bahkan belum ada juga petugas yang datang,” ucapnya.

Norhayah yang merasakan dampak dari matinya aliran air merasa dirugikan, karena ia harus tetap membayar beban pemasangan.

Selama ini dikatakan Norhayah, untuk mencuci bahkan memasak pun terpaksa harus menggunakan air sungai.

Belum lagi ketika kondisi air sungai yang tidak bersahabat, semisal sedang surut, ia dan warga lainnya harus bersabar untuk mengisi tempat-tempat air ketika air sungai kembali pasang.

Beruntung karena telah memahami iklim wilayahnya, warga menampung air terlebih dahulu untuk jaga-jaga.

Sementara di RT6, diceritakan oleh warga setempat pula yang tinggal di RT itu, kondisi air PDAM di rumahnya mengalir normal.

Sama sekali tidak ada kendala.

Ia pun merasa aneh kenapa di RT tetangganya kondisi air malah sebaliknya.

Sebagaimana diketahui, pada wilayah tersebut, kedua RT, yakni RT 6 dan RT 7 terpisahkan oleh sungai seluas kurang lebih empat meter.

Namun interaksi antar tetangga meski berseberangan terlihat sangat akrab dan begitu mudah untuk saling menjalin komunikasi.

Direktur Utama PDAM Bandarmasin, Yudha Achmadi mengatakan akan memeriksa kawasan itu.

Ia belum mengetahui permasalahan di tempat tersebut, terlebih hingga satu RT sampai air tidak mengalir.

“Kami akan mengecek ke lapangan, mendatangi wilayah macet dan kami akan mempelajari apa penyebabnya. Kalau hanya satu rumah saja yang bermasalah, itu gangguan saja. Tapi apabila satu RT airnya tidak keluar bisa jadi ada koneksi yang tidak tersambung,” ucap Yudha.

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?