TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Keluarga Korban Penembakan Tolak Santunan Rp 24 Juta dari Istaka Karya

Kricom - 09 - Dec - 2018
Keluarga Korban Penembakan Tolak Santunan Rp 24 Juta dari Istaka Karya

KRICOM - Proses negosiasi antara PT Istaka Karya dengan keluarga korban penembakan di Kabupaten Nduga, Papua berjalan alot. Dalam negosiasi yang digelar Jumat (7/12/2018) lalu, keluarga korban menolak santutan sejumlah Rp 24 juta yang diberikan perusahaan pelat merah tersebut.

Adapun rincian besar santunan yang disanggupi Istaka yaitu uang duka sebesar Rp 16,2 juta, santunan sebesar Rp 4,8 juga dan penggantian biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta. Sontak pertemuan antara Istaka dengan keluarga korban di hanggar bandara Mozes Kilangin Timika, Kabupaten Mimika, Papua, memanas.

Menurut keluarga korban merasa marah ketika mendengar penjelasan perwakilan perusahaan bahwa jumlah tersebut sesuai dengan peraturan yang mana peristiwa itu tidak masuk dalam kategori kecelakaan kerja. Pasalnya, peristiwa tersebut terjadi ketika para pekerja sedang beristirahat.

Kemarahan keluarga semakin memuncak bahkan sempat terjadi adu mulut ketika Kepala Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Papua, Osman Marbun mempertanyakan status peserta negosiasi.

Bahkan dalam adu mulut, Osman mengatakan bahwa pihaknya yang sudah payah mengambil 'barang' (jenazah) dari dalam hutan. "Itu bukan barang, itu manusia. Kenapa kau bilang itu barang?" kata keluarga korban.

Seperti dikabarkan, telah terjadi peristiwa penembakan di kawasan proyek pembangunan Trans Papua, Kabupaten Nduga, Papua pada 1 Desember 2018 lalu. Dalam keterangan beberapa saksi, penembakan tersebut terkait dengan perayaan pengibaran bendera bintang kejora milik Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Sejauh ini polisi menyebut terdapat 20 korban jiwa dalam penembakan tersebut, terdiri dari 19 karyawan PT Istaka Karya dan seorang anggota TNI. Sampai saat ini, proses verifikasi masih berjalan lambat dan pelik karena medan yang begitu sulit di Nduga.

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?