TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Duka Mendalam, Cerita Keluarga Korban Kekejian KKB Papua, Janji Pulang Tahun Baru Bersama

mediaapakabar.com - 09 - Dec - 2018
Duka Mendalam, Cerita Keluarga Korban Kekejian KKB Papua, Janji Pulang Tahun Baru Bersama

Jefri Simare-mare

Mediaapakabar.com - Duka mendalam dirasakan keluarga Jefri Simare-mare (28) di Dusun I Desa Sei Belutu, Bamban, Sergai, Sumut. Kesedihan muncul setelah pemuda itu dipastikan menjadi salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua.

“Kamis (6/12/2018) kemarin pastinya kami tahu memang dia (Jefri) salah satu korbannya,” kata Tetti Marlina Simare-mare, kakak Kandung Jefri Simare-mare kepada wartawan akhir pekan ini.

Ibu kandung Jefri, Santi Boru Sirait, tak henti-hentinya menangis. Dia terus meratapi kepergian anak kedua dari 4 bersaudara itu.

Kesedihan keluarga semakin mendalam saat mengenang rencana Jefri untuk pulang setelah sekitar 5 tahun merantau ke Papua. Pemuda ini berjanji akan pulang bulan ini untuk merayakan Tahun Baru bersama ibu dan keluarganya di Bamban.

“Janjinya pulang bulan 12 ini. Mau Tahun Baruan sama-sama mamak. Dia bilang, ‘Mak aku pulang, belum pernah aku Tahun Baruan sama kalian, udah lama’ katanya,” cerita Tetti seperti yang dikutip Pojoksumut.com.

Ternyata Jefri memang akan pulang. Tapi dia kembali dalam keadaan tak bernyawa. “Memang rencana dia tahun ini pulang. Tapi bukan pulang hidup. Pulangnya meninggal,” sebut Tetti sambil terisak.

Tetti juga bercerita tentang firasat sang ibu saat menonton televisi pada Senin (3/12). Ketika itu hanya disebut ada 31 korban di Nduga. “Anak akulah salah satunya, mungkin,” cerita Tetti mengulang ucapan ibunya.

Sang ibu juga menangis. Keluarganya pun bertanya kepadanya. “Habis itu kita telepon, kenapa nangis? ‘Adikmu di sana sudah kena tembak’. Belum tentu itu Mak,” cerita Tetti.

Untuk mendapat kepastian, Tetti kemudian menelepon sepupunya yang tinggal di Papua. Dia menanyakan tentang peristiwa itu dan meminta kerabatnya itu untuk mengecek identitas para korban.

Sepupunya yang ada di Papua kemudian mencari informasi ke Kodam dan Kodim setempat. Dan, firasat ibu terbukti benar. Jefri merupakan salah satu korban.

Keluarga hanya mendapat kabar duka itu dari kerabat mereka yang ada di Papua. Sementara dari aparat pemerintahan maupun perusahaan tempat Jefri bekerja belum menghubungi mereka.

Dari kerabatnya pula Tetti dan keluarga tahu kalau jenazah Jefri akan tiba di kampung halaman hari ini. Jenazah lebih dulu diterbangkan dari Papua ke Makassar.

Seperti diberitakan, Jefri merupakan salah satu korban pembunuhan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yigi, Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua, belum lama ini. Dia merupakan pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan jembatan Trans Papua. (AS)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?