TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Okky Asokawati: Call Center BPOM Belum Jawab Kebutuhan Zaman

Rmol - 09 - Dec - 2018
Okky Asokawati: Call Center BPOM Belum Jawab Kebutuhan Zaman

RMOL. Penggerebakan Derma Scin Care (DSC), produk kosmetik kecantikan oplosan di Jawa Timur, oleh polisi merupakan gunung es atas fenomena penjualan produk kosmetik melalui saluran digital yang belakangan cukup massif.

Apalagi, produk tersebut memanfaatkan publik figur sebagai pihak endorser yang digambarkan telah menggunakan manfaat produk yang dimaksud.

Anggota Komisi IX DPR, Okky Asokawati mengatakan, model penjualan dengan memanfaatkan artis lazim di era digital yang merupakan dampak disrupsi dalam jual beli, tak terkecuali terhadap produk kecantikan.

Menurut dia, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) gagap dalam melihat perubahan pola penjualan produk obat-obatan termasuk makanan yang terjadi di era digital ini.

"Toko kosmetik, obat dan makanan tak lagi ditemui di outlet yang bisa dijangkau oleh BPOM, etalase produk-produk tersebut kini dipasarkan melalui fasilitas digital," ujarnya.

Seharusnya, lanjut Okky, BPOM melakukan perubahan model pengawasan terhadap produk obat-obatan dan makanan khususnya produk-produk yang hampir mayoritas telah dilakukan melalui digital, baik melalui platform media sosial termasuk di market place online.

Ia menilai Call Center yang dimiliki BPOM saat ini belum dapat menjawab kebutuhan zaman.

"Segera buat sistem yang mudah dijangkau oleh masyarakat dalam hal pengurusan izin BPOM melalui fasilitas digital," desak mantan peragawati ini.

Di saat bersamaan, menurut Okky, BPOM juga harus bangun sistem pengawasan yang solid terhadap produk obat-obatan dan makanan yang berbasiskan digital.

BPOM juga harus memberikan edukasi kepada figur publik, endorser, influencer, buzzer, dan pihak-pihak pemasar (marketer) yang lazim ditemui di dunia digital agar selektif dalam mempromosikan produk yang dipasarkan melalui digital.

"Selektifitas ini penting untuk memastikan para pemasar tersebut aman dari sisi hukum dan terutama memberi keamanan bagi konsumen," terangnya. [wid]

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?