TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Makatana, Ritual Pengobatan Tradisional Minahasa

Tribunnews Manado - 4 hari lalu
Makatana, Ritual Pengobatan Tradisional Minahasa

TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS

Sam Wantania.

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI - Siri pinang, tabaku sek, korek, kapur sirih, dan uang logam kecil ditatakan ke sebuah piring.

Tidak jauh di sebelah kanan dalam gelas-gelas kecil ditaruh cap tikus, saguer dan kopi pahit.

Sam Wantania, Tonaas (gelar untuk orang pintar/pandai) Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, menuangkan sedikit cap tikus, saguer dan kopi pahit di sekitar sesajian di atas meja.

Sam kemudian meminta para dotu (leluhur) untuk menyembuhkan orang yang sakit.

Pengaturan barang-barang ritual itu merupakan bagian sesajian untuk menghadirkan para dotu.

Para dotu itu bahkan sudah ada sebelum ritual.

Sam hanya menyampaikan keinginannya saat itu bagi yang sakit.

Mirip doa kristiani, Sam berbicara dengan para dotu dengan bahasa Tonsea.

Para dotu katanya datang berasal dari segala macam wilayah di "Minahasa".

"Kalau untuk pembersihan desa harus sebelum jam sembilan pagi. Siang hari para dotu istirahat," katanya.

Untuk pengobatan bisa pagi atau sore sampai malam hari.

Kalau mendesak, ia harus meminta izin.

Tapi menurutnya, pengobatan sebaiknya dilakukan pada saat "dingin".

Yang tidak bisa ditolak pantangan waktu ialah saat pembersihan kampung

Sam tidak memakai metode kerasukan (kampetan) dalam pengobatan.

Menurutnya, orang bisa menipu dengan cara itu.

Ia tidak menunjuk obat-obatan tertentu seperti pada saat metode kerasukan.

Sam hanya memakai goraka (jahe).

Pengobatan awal hanya memakai goraka.

Goraka itu bisa digosokkan.

Goraka juga bisa disemburkan.

Tapi juga ada obat akar-akaran dan daun untuk penyakit yang lain setelah pengobatan awal.

Menurut Sam, berbagai jenis penyakit sudah disembuhkannya.

Penyakit kanker juga satu di antaranya.

Sam pernah diundang ke Jakarta untuk itu.

Pantangannya, Sam tidak boleh langsung menerima upah.

Dan tidak boleh ada paksaan untuk itu.

Pantangan lain, seorang Tonaas tidak boleh mengobati jika anak bungsunya belum berumur enam tahun.

Anak-anaknya pernah sakit karena itu.

Sam sendiri, bisa mengobati saat ayahnya sudah meninggal tahun 1995.

Dalam mimpi, Sam diminta mengatur obat yang diturunkan leluhur di tahun 1997.

Empat anaknya katanya tidak punya bakat mengobati.

Mereka terlihat "keras".

Seorang cucu punya bakat yang diwariskan turun temurun itu.

Ia mengatakan untuk obat-obatan, banyak yang sudah dikenal masyarakat.

Hanya, obat-obatan tertentu sudah ada dalam persediaan yang disediakan leluhur.

Walau tinggal kecil, pengobatan dilakukan dengan hanya mengerus kecil bagian "obat".

Setiap tahun di awal tahun, obat-obatan itu akan disiapkan.

Obat-obatan itu akan disiapkan pula secara ritual.

Kadang, para pasien yang sudah sembuh diundang. Sam akan melaporkan kesembuhan pada para dotu.

Sam tidak pernah kehabisan obat.

Yang terbatas itu bisa dipakai.

Jika kurang, para dotu akan meminta untuk mencari di tempat yang sudah ditunjukkan oleh mereka.

(Tribunmanado.co.id/David Manewus)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?