TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Laporan IndonesiaLeaks Telah Lewati Proses Verifikasi dan Konfirmasi

Media Indonesia - 14 - Oct - 2018
Laporan IndonesiaLeaks Telah Lewati Proses Verifikasi dan Konfirmasi

KETUA Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan yang juga inisiator platform informasi IndonesiaLeaks menuturkan data serta informasi yang dikirim para infroman kepada platform telah diverifikasi dan dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum dipublikasikan.

Hal tersebut diungkapkan terkait maraknya tudingan akan laporan yang dihimpun dari informasi serta data IndonesiaLeaks disebut hoaks. Ia menuturkan segala informasi dan data yang dikirim oleh masyarakat serta informan akan diverifikasi terlebih dahulu oleh media-media yang menjadi anggota di IndonesiaLeaks.

"Jika mereka menyebut ini hoaks, bagian mananya yang mereka sebut hoaks. Temuan ini valid karena dilakukan dan diproses melalui standar jurnalisme. Semua pihak dikonfirmasi dan data juga diverifikasi sebelum dilanjutkan ke tahap liputan," ujarnya saat ditemui di Sekertariat AJI Indonesia, Jalan Sigura-Gura Raya No. 6A, Duren Sawit, Jakarta, Minggu (14/10).

Dalam proses verifikasi awal, lanjut Abdul, data serta informasi yang dikirim ke IndonesaLeaks akan diselidiki terlebih dahulu oleh media-media yang menjadi anggota. Setelah informasi dianggap layak, baru dilakukan proses peliputan.

Dengan adanya proses konfirmasi serta disiplin verifikasi sesuai kode etik jurnalistik, serta validitas laporan yang berdasar terhadap informasi dan data tersebut telah layak, akan dilaporkan sesuai dengan kebijakan media masing-masing.

"Media yang tergabung akan bersama-bersama memeriksa dan memverifikasi data tersebut. Contohnya, laporan buku merah, ketika platform itu masuk ke IndonesiaLeaks, media-media itu yang memutuskan dokumen ini layak ditindaklanjuti dan diinvestigasi. Jadi dokumen itu diperiksa tim media itu, wakil dari media-media itu membentuk tim untuk memverifikasi data dan informasi yang masuk," tuturnya.

Ditempat yang sama, Direktur Eksekutif LBH Pers Nawawi Bahrudin menuturkan laporan yang diterbitkan oleh media-media yang tergabung dalam IndonesaLeaks, secara hukum telah memenuhi unsur-unsur kode jurnalisitik dan hukum pers.

Sehingga, jika memang ada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas terbitnya laporan tersebut dapat menempuh mekanisme hak jawab sesuai dengan aturan dalam UU Pers.

"Secara hukum pers, kita meyakini semuanya memenuhi prinsip kode etik jurnalisitk, sudah ada verifikasi dan konfirmasi jadi jika ada keberatan maka mekanismenya melakukan hak jawab," kata Nawawi.

Pihaknya pun siap jika nantinya ada pihak-pihak yang menggunakan delik di luar UU pers. Pasalnya, secara kaidah dan hukum pers laporan tersebut telah memenuhi segala ketentuan.

"Jika diarahkan jadi delik pidana, dimananya yang hoaks. Semua pihak telah diberikan ruang serta telah dikonfirmasi," imbuhnya.

Sebelumnya, pada 8 Oktober IndonesiaLeaks mengungkap adanya kejanggalan dalam skandal suap pengusaha daging Basuki Hariman kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017. Kejanggalan tersebut ditemukan setelah adanya perusakan barang bukti yang diduga dilakukan oleh dua penyidik KPK saat itu, Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy dan Komisaris Harun.

Barang bukti yang dimaksud adalah sebuah buku merah yang mencatat pengeluaran uang Basuki yang ditengarai salah satunya buat petinggi polisi, yaitu Tito Karnavian yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya

Sebagai informasi, IndonesiaLeaks merupakan platform bagi para informan publik yang ingin membagi dokumen penting tentang skandal yang dinaggap layak dan memiliki unsur kepentingan terhadap publik. Para informan tersebut nantinya akan dirahasiakan identitasnya sehingga tidak akan membahayakan. Platform ini diinisiasi oleh Free Press Unlimited, AJI, Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) serta Tempo Institute.

Adapun media yang saat ini tergabung sebagai anggota dalam platform ini ialah Bisnis Indonesia, Liputan 6, CNN Indonesia, Independent.id, KBR, Jaring, Tempo, Suara.com, serta The Jakarta Post. Adapun sejumlah yang tergabung ialah ICW, LBH Pers, Change.org dan Auriga.(OL-5)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?