TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Korban Diduga Perdagangan Anak Asal Bekasi di Papua Akan Jalani Tes Kesehatan

Tribunnews Wartakota - 5 hari lalu
Korban Diduga Perdagangan Anak Asal Bekasi di Papua Akan Jalani Tes Kesehatan

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri

Hendrik (kanan) bersama kuasa hukumnya, Agus Budiono, saat memberikan keterangan atas dugaan kasus perdagangan anaknya, WN di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

KOMISI Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi menyatakan bakal memberikan pendampingan terhadap WN (16) gadis yang diduga menjadi korban perdagangan orang di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua.

Bahkan pendampingan itu diberikan sampai kondisi psikis WN kembali normal.

"Kalau dilihat dari wajah, pasti ada tekanan di dalam dirinya. Maka dari itu, kita akan beri pendampingan sampai kondisi psikis WN stabil," kata Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi, Rury Arief Rianto pada Minggu (14/10).

Tidak hanya pendampingan psikis, kata dia, WN juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi pada Senin (15/10) mendatang.

Upaya ini dilakukan untuk mengecek kesehatannya secara memyuluruh pasca bekerja di daerah lokalisasi. "Semua akan kita cek termasuk darahnya akan diambil, karena yang kita tahu dia bekerja di daerah lokalisasi sehingga rawan terhadap penyakit menular seperti HIV," imbuhnya.

Rury ikut menjemput WN di Nabire mengaku sempat bertanya ihwal kegiatan korban di lokalisasi Samabusa. Selama empat bulan, NW bekerja di tempat karaoke sebagai pemandu lagu. Tak jarang, dia juga melayani pria hidung belang.

"Dalam sehari katanya bisa dapat Rp 1 juta lebih, tapi uang segitu cepat habis untuk kebutuhan hidup di sana," ujarnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan penjemputan WN ke Nabire merupakan bukti keprihatinan dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap warganya. Tidak hanya itu, pemerintah daerah akan membantu WN dalam mengejar program paket C atau kesetaraan bagi kelulusan SMA.

"Ini bukti bahwa pemerintah hadir untuk membantu mengatasi persoalan yang dialami warganya," kata Tri. (faf)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?