TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Peserta JKN-KIS Tak Lagi Bingung untuk Biyaya Cuci Darah

mitrakitanews.com - 16 - Sep - 2018
Peserta JKN-KIS Tak Lagi Bingung untuk Biyaya Cuci Darah

MITRAKITANEWS.COM – Asahan : Indra Gunawan (34) penjual mie goreng di Desa Lubuk Palas, Silau Laut, tiga tahun lalu didiagnosis menderita Chronic Kidney Disease atau sering disebut dengan gagal ginjal akut dan harus menjalani pengobatan berupa cuci darah atau Hemodialisa (HD).

Penyakit ini adalah suatu bentuk kerusakan ginjal, dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal.

Untuk berjuang melwan penyakitnya, Indra harus bebrapa kali menjalani cuci darah dan opname yang mengharuskan dirinya harus mengeluarkan biaya hingga Empat juta rupiah untuk hanya opname dan satu kali cuci darah.

Namun pada April 2014 lalu, Indra diberitahu seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran, Kabupaten Asahan, untuk memanfaatkan program Jaminan Kesehatan Nasional atas penyakit yang ia derita.

“Ya ketika diberitahu, saya cepat langsung daftar peserta JKN-KIS karena gak sanggup kalo nantinya bakal sering mengelurkan uang sebesar itu,” ucap Indra di Ruang Toba 215 Rumah Sakit Setio Husodo.

Setelah mendaftar sebagai peserta JKN-KIS, bapak dua orang anak ini telah menjalani prosedur cuci darah selama kurang lebih tiga tahun terakhir. Hingga saat ini, dirinya diwajibkan untuk menjalani cuci darah sebanyak dua kali dalam seminggu.

“Saya pikir program JKN-KIS hanya untuk pegawai negeri,” ungkapnya.

Indra mendaftar JKN-KIS segmen PBPU kelas tiga, namun dirinya tetap bersyukur telah menjadi peserta JKN-KIS, karena beberapa kali cuci darah, opname, mendapatkan obat dan mendapat pelayanan lainya, dirinya tidak mengeluarkan biyaya lagi.

“Semua ditanggung BPJS (JKN-KIS), asal sesuai prosedur,” sebutnya.

Tak lupa pula ia berterima kasih kepada seluruh peserta JKN-KIS yang telah membantu meringankan beban pengobatannya hingga menumbuhkan semangatnya untuk melawan sakitnya.

“Dengan BPJS (JKN-KIS) menambah semangat hidup saya dan keyakinan saya untuk hidup sehat dan umur panjang,” tutup Indra. (SM)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?