TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Indonesia

Klikpositif - 16 - Sep - 2018
Cegah Stunting Demi Masa Depan Anak Indonesia

ilustrasi stunting (internet)

Bahaya stunting alias gagal tumbuh akan sangat mengancam masa depan anak Indonesia. Hal ini pun sudah menjadi perhatian bagi pemerintah dengan diluncurkannya Kampanye Nasional Pencegahan Stunting pada hari ini, Minggu (16/9).

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko didampingi oleh Menteri Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur Banten dan Wakil Gubernur DIY memimpin langsung deklarasi Kampanye Nasional Pencegahan Stunting di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

“Stunting tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin. Stunting juga terjadi pada anak keluarga kaya, di kota maupun di desa,” kata Moeldoko dalam rilis yang diterima Suara.com, jaringan Klikpositif.

Moeldoko menyebut Kampanye Nasional Pencegahan Stunting perlu dilakukan mengingat data Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat satu dari tiga anak usia di bawah 5 tahun masih mengalami stunting. Diperkirakan, saat ini jumlah anak stunting di Indonesia berkisar di angka 9 juta balita.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupannya. Tak hanya menghambat perkembangan otak dan tubuh anak, anak stunting juga berisiko tinggi mengalami wanprestasi di sekolah, rentan kegemukan, hingga mudah terserang penyakit tidak menular.

Hal ini tentu saja akan berdampak serius terhadap masa depan anak Indonesia, terutama dari sisi sumber daya manusia. Pada usia produktifnya, anak stunting berpenghasilan lebih rendah 20 persen daripada anak tumbuh optimal. “Apapun yang kita beri menjadi kurang optimal karena kemampuan otak anak-anak kita dalam menyerap ilmu,” jelasnya.

Salah satu target Kampanye Nasional Pencegahan Stunting adalah menurunkan prevalensi stunting yang saat ini masih tinggi. Targetnya, prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2 persen menjadi 28 ...

"Diperkirakan, saat ini jumlah anak stunting di Indonesia berkisar di angka 9 juta balita"

persen di tahun 2019. (*)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?