TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Masih Santri dan Diduga Gangguan Jiwa, Begini Kronologi Penyerangan di Ponpes An-Nidhomiyah Tuban

bangsaonline.com - 2 hari lalu
Masih Santri dan Diduga Gangguan Jiwa, Begini Kronologi Penyerangan di Ponpes An-Nidhomiyah Tuban

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Tuban, Ahmad Musyafa mulai buka suara siapa sosok pelaku yang melakukan penyerangan di ponpesnya.

Saat ditemui di kediamannya yang masih satu kompleks dengan ponpes, Minggu (16/9), Gus Mamak sapaan akrab Ahmad Musyafa mengungkapkan, bahwa pelaku bernama Afdolin (20) tersebut secara formal masih sebagai santri di pondoknya. Afdolin masuk ke pesantren mulai 2013, namun belum genap setahun sudah pergi ke Semarang. Kabarnya saat di sana sedang bekerja.

"Akan tetapi, sekitar 2 bulan lalu kembali ke pondok untuk mengaji sekaligus bekerja di ponpes. Mulai di situlah kami berikan ia tanggung jawab sebagai kebersihan pondok," ujar Gus Mamak.

Namun, waktu demi waktu sikap Afdolin kian berubah dan tak terkontrol. Hal itu terlihat ketika sedang adzan, yang bersangkutan terkadang tertawa terbahak-bahak. Selain itu, biasanya juga menangis ketika adzan. Namun, saat itu sikap Afdolin masih dibiarkan dan hanya diberi peringatan.

Akan tetapi, sikap Afdolin kian tidak bisa ditolelir ketika sedang memukul santri saat tidur. Dari situlah ia diingatkan agar tidak mengulagi perbuatannya lagi. Karena demi kesalamatan santri yang lain, lalu orang tua dan saudara Afdolin dihadirkan ke ponpes agar Afdolin dibawa pulang terdahulu dan bisa bekerja di tempat tinggalnya di Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

"Memang kami sarankan agar dia pulang dulu, ketika sudah sembuh boleh ke pondok lagi," tutur kiai jebolan Ponpes MUS Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah ini.

Kendati demikian, sebagai pengasuh, Gus Mamak sejatinya berharap penembakan itu tak sampai terjadi. Namun ia memahami bahwa hal tersebut adalah bagian dari prosedur kepolisian, karena dikhawatirkan memakan banyak korban.

"Pertama kami mengucapkan kepada bapak kapolres secara cepat menangani masalah ini. Selain itu, kami berbela sungkawa meninggalnya santri saya bernama Afdolin, dan semoga rohnya diterima Allah SWT dan diangkat derajatnya," paparnya.

Kronologi penembakan

Saat penyerangan yang dilakukan oleh Afdolin terhadap 2 tamu, yakni, Habib Idrus dan Nurhaji, Gus Mamak mengaku saat itu sedang berada di dalam rumah. Ia lalu mendengar teriakan Nurhaji yang terkena sabetan sebilah golok di paha. Gus Mamak langsung keluar rumah dan menuju aula, di mana Afdolin sedang marah-marah. Ketika pelaku akan melakukan pembacokan untuk yang berikutnya, Gus Mamak langsung mengalihkan perhatian pelaku dengan mumukul tongkat ke pundaknya.

"Seketika itu Afdolin langsung menoleh ke saya, agar ia beralih perhatian ke saya dan tamu bisa lari. Tapi malam itu sangat berbeda, Afdolin yang biasanya nurut dengan saya, ternyata semakin liar dan mengajak berkelahi. Akhirnya golok melawan tongkat yang saya miliki," bebernya.

Dari perkelahian itu, kedua senjata terlepas dan terlempar. Gus Mamak kemudian meminta bantuan masyarakat serta pihak kepolisan. Sedangkan, pelaku menuju ke aula ponpes lantai 2. Di situ tiada hentinya pelaku terus marah-marah. Kemudian, petugas kepolisian datang ke TKP untuk mengamankan pelaku. Namun, lagi-lagi pelaku tetap membabibuta dan selalu menantang lawan yang ada di depannya.

"Saat akan diamankan, petugas kepolisian sempat mengeluarkan 3 kali tembakan peringatan. Tetapi, Afdolin tetap saja tak menghiraukan dan malah balik menyerang petugas. Karena nyawa petugas terancam hingga jatuh 3 kali, hingga akhirnya Afdolin dilumpuhkan dengam timah panas," tandasnya.

"Kalau tidak dilumpuhkan, malah petugas yang menjadi korban," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Afdolin datang ke ponpes melompat pagar dan marah-marah pada tamu pondok. Tak hanya marah-marah, pelaku juga melakukan pembacokan terhadap tamu hingga mengalami luka robek 11 centimeter. (gun/rev)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?