TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Strategi Transisi BlackBerry Menuju Layanan Software

TechInAsia - 13 - Aug - 2018

Ikhtisar
  • BlackBerry kini menargetkan berbagai organisasi seperti pemerintah dan perusahaan sebagai konsumen layanan keamanan siber mereka.
  • Untuk menjamin mobilitas dan keamanan data suatu organisasi, mereka meluncurkan dua produk yaitu BlackBerry Unified Endpoint Management (UEM) dan BlackBerry Workspace.
  • Tujuan perusahaan ini melakukan transisi dari hardware menuju software adalah memenangkan pasar Enterprise of Things (EoT).

Selama beberapa tahun terakhir, BlackBerry menghadapi persaingan kuat dalam pasar mobile. Meski sempat unggul dalam industri gawai mobile, pembelian BlackBerry turun drastis dari sekitar 20 persen pada tahun 2009 hingga 0,048 persen pada akhir tahun 2016.

Akhirnya, pada tahun 2016 mereka resmi menghentikan perancangan dan produksi telepon genggam secara in-house. Sejak itu, mereka mengalihkan lisensi manufaktur dan distribusi gawai bermerek BlackBerry ke berbagai perusahaan mitra. BlackBerry Evolve dan Evolve X yang telah diumumkan tahun 2018, misalnya, diproduksi oleh perusahaan Optiemus Infracom yang berbasis di India.

Sebagai gantinya, perusahaan ini melakukan transisi untuk memproduksi perangkat lunak (software), terutama pada berbagai layanan solusi mobilitas dan keamanan digital. Managing Director BlackBerry Indonesia, Amit Mehta memaparkan sejumlah perkembangan, strategi, dan visi BlackBerry pada masa transisi menuju layanan baru mereka.

BlackBerry kini tawarkan berbagai solusi keamanan siber

Salah satu produk yang perusahaan ini tawarkan adalah BlackBerry Unified Endpoint Management (UEM) untuk manajemen keamanan perangkat endpoint. Berbagai gawai pintar seperti laptop, smartphone dan tablet juga bisa menerapkan teknologi UEM.

Sementara untuk manajemen penyimpanan dan sinkronisasi data di tempat kerja, mereka menyediakan layanan bernama BlackBerry Workspaces. Kedua produk ini termasuk dalam Enterprise Mobility Suite, rangkaian software untuk mobilitas dan keamanan data suatu lembaga atau perusahaan.

Strategi Transisi BlackBerry Menuju Layanan Software

Perwakilan BlackBerry, BRI, dan Telkomsel saat pengumuman kerja sama pada 8 Agustus 2018.

Pada 8 Agustus 2018, BlackBerry telah mengumumkan kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam penggunaan BlackBerry UEM untuk manajemen keamanan data internal perusahaan. Kerja sama ini juga melibatkan Telkomsel untuk mengelola perangkat hardware dan software yang akan digunakan oleh 35 ribu karyawan BRI di seluruh Indonesia. Ini merupakan salah satu bentuk penggunaan software keamanan terbesar BlackBerry di Indonesia sejauh ini.

Tidak hanya software, mereka juga menyediakan layanan konsultasi keamanan siber (cybersecurity) untuk pemerintah, organisasi atau perusahaan, seperti:

  • Analisis ancaman.
  • Pelatihan dan sertifikasi.
  • Penyelidikan forensik digital.
  • Perancangan infrastruktur IoT.
  • Penilaian infrastruktur keamanan.
  • Strategi penyusunan produk dan kebijakan keamanan.

Ingin jamin keamanan konektivitas dalam lingkungan kerja

Visi utama perusahaan ini melakukan transisi dari hardware menuju software adalah untuk memenangkan pasar Enterprise of Things (EoT). Untuk mencapat tujuan ini, Blackberry merujuk pada pengalaman mereka dalam sistem keamanan dan perangkat mobile. EoT sendiri dimaknai sebagai konektivitas antar gawai atau sistem melalui internet of things (IoT) dalam konteks perusahaan atau organisasi.

Menurut BlackBerry, konektivitas antar sistem dapat membawa berbagai manfaat bagi produktivitas tempat kerja, antara lain:

  • Memungkinkan pekerjaan untuk dilaksanakan kapan pun dan di mana pun, baik melalui media fisik maupun digital.
  • Mengoptimalkan alur kerja dengan mengumpulkan dan menyampaikan informasi secara tepat dan efisien.
  • Mengintegrasikan dan memudahkan komunikasi sumber daya seperti karyawan, kontraktor, partner dan gawai.

Lebih lanjut mereka menjelaskan ada lima tahap untuk mewujudkan konektivitas total suatu lembaga, yaitu:

  • Manajemen keamanan gawai pintar seperti laptop, smartphone, dan tablet.
  • Penerapan aplikasi atau penyediaan data kepada pegawai dalam lembaga.
  • Penyediaan sarana kolaborasi dan komunikasi yang aman dalam lembaga.
  • Optimalisasi pengumpulan data seperti sensor data.
  • Mewujudkan pengendalian dan respons instan dalam sistem otonom kompleks.

Fokus ke cybersecurity bukan perubahan yang drastis

Menurut Mehta, gerakan menuju penyediaan software bukan suatu transisi drastis. Ia menekankan BlackBerry sudah sejak lama memiliki komitmen terkait keamanan pengguna.

Dari awal, BlackBerry sudah terkenal dengan komitmennya terhadap keamanan. Kami sekarang hanya menerapkannya dengan cara yang baru.

Amit Mehta, Managing Director BlackBerry di Indonesia

Perubahan strategi ini juga mengubah target konsumen mereka. Sebelumnya, mereka memproduksi berbagai gawai yang dipasarkan kepada end-user atau langsung ke tangan pengguna. Sementara berbagai solusi dan layanan keamanan kini mereka tujukan kepada organisasi atau perusahaan secara business-to-business (B2B).

Sejauh ini, BlackBerry telah mengalokasikan 23 persen pendapatan untuk penelitian dan pengembangan serta memiliki lebih dari 37.000 paten dalam teknologi. Mereka juga telah mengantongi lebih dari delapan puluh sertifikasi keamanan dari berbagai organisasi di seluruh dunia.

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?