TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Meski Tercemar Warga Tetap Gunakan Air Irigasi

metropolitan.id - 13 - Aug - 2018
Meski Tercemar Warga Tetap Gunakan Air Irigasi

METROPOLITAN – Tak ada pilihan lain bagi sejumlah warga di Kampung Legos RT 03/01, Desa Mekarsari, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menggunakan air dari aliran irigasi Cicatih untuk mencuci pakaian meskipun sering menimbulkan bau tak sedap dan sering berubah warna hitam dan putih.

“Kami sering merasakan air yang keruh berwarna hitam, putih dan bau tidak sedap seperti bau dari sepiteng, bahkan anak saya pernah merasakan gatal-gatal keluar bintik-bintik setelah mandi dari air ini,” keluh Eti Sumiyati, salah seorang ibu rumah tangga.

Menurut dia, setiap hari mencuci pakaian menggunakan air dari aliran irigasi Cicatih ini, meskipun airnya berbau mereka tetap menggunakannya untuk nyuci baju dan beberapa kebutuhan lainnya. Bahkan keluarga besarnya yang biasa mencuci baju dengan air sumur, namun pada saat musim kering seperti terpaksa menggunakan air dari irigasi. “Jadi kami tetap menggunakan air dari aliran irigasi ini, dan kami berharap aliran air dari irigasi ini bisa kembali bening seperti dulu,” kata dia.

Sementara itu, Ketua RW 01 Kampung Legos, Desa Mekarsari, Nanang Dayani membenarkan bahwa dampak dari aliran irigasi Cicatih yang diduga tercemar limbah ini, setidaknya ada tujuh kepala keluarga (KK) yang menggunakan air tersebut. “Mereka pakai untuk mencuci pakaian, bahkan ada empat kolam ikan yang baru baru ini ikannya pada mati,” kata dia.

Dikatakan Nanang, dampak dari pencemaran tersebut diantaranya kolam ikan milik Furqon habis lantaran ikan yang dimilikinya mati karena air yang tidak bersih. Bahkan menurut dia, kejadian tersebut bukan hanya sekali tetapi sering namun tidak ada tindakan dari pemerintahan setempat.

“Tolonglah pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan hidup (DLH) perhatikan adanya pencemaran aliran sungai ke irigasi ini. Karena bukan hanya mengaliri kolam dan sawah namun juga di manfaatkan oleh warga kami untuk nyuci pakaian,” ungkapnya. (kng/ade/mam)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?