TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Lampaui Target Konsumsi Nasional

Prokal - 5 hari lalu
Lampaui Target Konsumsi Nasional

, TANA PASER – Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari ikan segar. Pasalnya, selama memasuki bulan suci umat Islam ini, pasokan ikan di Paser dipastikan aman.

Berdasar data 2017 lalu, Kepala Dinas Perikanan Paser Ina Rosana menyebut, setiap harinya ada 1 ton lebih hasil perikanan yang masuk Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Tanah Grogot. Jumlah ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. “Insyaallah untuk Ramadan sampai Lebaran, Paser tidak akan kekurangan ataupun kelangkaan komoditas perikanan,” sebutnya, Kamis (17/5).

Ada banyak desa pesisir maupun sungai yang menyetok pasokan ikan untuk Bumi Daya Taka, seperti Kecamatan Tanah Grogot penyuplainya dari Desa Muara Pasir, Pepara, Pulau Rantau, Sungai Langir, dan sejumlah desa lainnya. Namun untuk produksi terbesar, kata Ina, berasa dari Kecamatan Tanjung Harapan, yakni di Desa Lori, Tanjung Harapan, dan sekitarnya yang berada di bibir pantai Teluk Apar.

“Urutan ketiga ada di Kecamatan Kuaro dengan berharap pasokan dari Desa Pasir Mayang, Pondong Baru dan Harapan Baru. Belum lagi di Kecamatan Long Kali dan Long Ikis yang berbatasan dengan Teluk Adang,” jelasnya.

Untuk harga ikan, memasuki hari pertama puasa masih terbilang normal. Hanya beberapa komoditas seperti udang dan cumi-cumi hanya mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kilogramnya. “Ini masih wajar karena hukum pasar. Harga meningkat ketika permintaan barang dari konsumen meningkat,” kata Ina.

Konsumsi ikan masyarakat Paser, sejak 2017 sudah melampaui target konsumsi nasional yang berada di angka 43 kilogram (kg) per kapita. Bahkan melebihi Provinsi Kaltim di angka 47 kg, sedangkan Paser sudah berada di angka 56 kg per kapita. Artinya, masyarakat Paser cukup tinggi intensitasnya mengonsumsi ikan. Meskipun masih jauh dibanding negara maju lainnya seperti Jepang yang berada di angka 87 kg per kapita. (jib/ndu/k15)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?