TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Beras Ditolak, Kansilog Bantah Pilih-Pilih

Prokal - 5 hari lalu
Beras Ditolak, Kansilog Bantah Pilih-Pilih

, TANA PASER – Gedung Bulog Khusus (GBK) di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara ditutup selama 10 hari hingga 19 Mei nanti. Penutupan dilakukan karena sedang fumigasi atau pembersihan hama. Nah, dampak dari penutupan ini, terpaksa pasokan beras dari GBK dipindah ke Gudang Semi Permanen (GSP) di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.

Namun, belakangan, ada keluhan dari para mitra Kantor Seksi Logistik (Kandilo) di Penajam Paser Utara (PPU) bahwa beras yang diantar ke GSP di Tanah Grogot ditolak dengan alasan yang tidak jelas. "Tadi, delapan truk beras dari PPU hanya satu yang layak masuk gudang. Sisanya ditolak. Kami mitra sudah jauh-jauh dari Babulu membawa ke sini. Mengapa ditolak, mohon diberi kelonggaran," ujar mitra Kansilog dari PPU, Sayid Rahman, kemarin (17/5).

Dia meminta pemerintah bersama Bulog memberi kelonggaran terkait kriteria beras yang layak masuk gudang. Pasalnya, jika mengikuti standar nasional atau seperti di Pulau Jawa, jelas petani di Kaltim khususnya PPU dan Paser tidak bisa memproduksi dengan kualitas serupa. Mengingat, kondisi geografis yang jauh berbeda dengan Pulau Jawa. "Makanya saya meminta pertemuan difasilitasi DPRD baik di Paser maupun PPU agar mencari titik temu permasalahan ini. Bukannya kami egois, tapi ini kepentingan para petani. Apalagi menjelang puasa, jika beras mereka tidak laku, mau cari ke mana lagi uang," tambahnya.

Sementara Kepala Kansilog Tanah Grogot Rendy Hidayat yang membawahi PPU dan Paser mengatakan, pihaknya tidak pilih kasih dalam pembelian beras yang masuk ke gudang. Namun, pihaknya mengikuti Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang kebijakan gabah dan penyaluran beras. Bukan berdasarkan keinginan Bulog. “Kebanyakan yang tidak kita terima ialah yang memang kadar kerusakan produknya tinggi. Semisal banyak beras yang patah," terang Rendy.

Pada dasarnya, kata Rendy, Bulog tidak pernah pilih kasih dalam pengadaan beras milik petani. Selama masuk dalam kriteria, layak masuk ke gudang. Bulog hanya sebatas operator. Saat ini, di GSP Tanah Grogot, sudah ada 500 ton beras yang masuk dari petani di Paser. Sedangkan di GBK di Babulu, ada 2.000 ton. Di Paser hanya ada satu mitra pengadaan beras, yakni dari Long Kali. Sedangkan PPU ada sembilan mitra. (/jib/iza/k11)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?