TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Menjadi Dokter Kecil Zaman Now, Bukan Hanya untuk Jadi Dokter

Tempo - 3 hari lalu
Menjadi Dokter Kecil Zaman Now, Bukan Hanya untuk Jadi Dokter

TEMPO.CO, Jakarta - Dokter kecil dahulu selalu dianggap sebagai anak anak yang nantinya akan menjadi dokter. Ketua Pengarah Satu Dekade Dokter Kecil Award 2016 Ulul Albab mengatakan menjadi dokter kecil sebenarnya bukan bukan hanya dibimbing menjadi seorang dokter pada saat dewasa nanti. “Mereka kami didik sebagai role model, bukan sebagai minatur dokter,” katanya kepada Tempo pada acara Rayakan 1 Dekade, PB IDI dan RB Indonesia Selenggarakan Reuni Pemenang Dokter Kecil Award di Jakarta Selasa 17 April 2018.

Menurut Ulul Albab, materi materi yang diberikan kepada para dokter kecil ini pun bukan hanya untuk menjadi seorang dokter. Dari sisi ilmu kedokteran awal, memang para dokter cilik diajarkan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari mulai cara mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. “Kesehatan kita bisa maju kalau kebiasaan kita diubah. Kesehatan itu kan tergantung kondisi lingkungannya juga,” katanya.

Menjadi dokter kecil, kata Ulul Albab, tetap boleh memiliki cita-cita selain menjadi dokter. Materi lain yang diberikan kepada anak-anak sekolah dasar ini adalah tentang komunikasi. “Kami ingin mereka belajar speak up,” katanya.

Baca juga:

Menurut Ulul Albab, berbicara dan menyuarakan pendapatnya perlu diajarkan sejak kecil. Kasus pelecehan terhadap anak-anak yang mulai meningkat saat ini salah satu faktornya adalah karena anak kurang bisa berbicara secara terbuka. “Kasus bullying juga banyak terjadi karena anak yang melihat kejadian itu tidak speak up. Maka kami minta mereka ngomong, dengan topik apa saja,” katanya.

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Reckitt Benckiser (RB) Indonesia menggelar reuni para pemenang Dokter Kecil Award dengan tema Baktiku Bagi Anak Indonesia – Berkarya Nyata, Sehatkan Bangsa. Acara ini digelar pada 17—20 April 2018 di Camp Huu Cai, Ciawi Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong anak-anak usia sekolah dasar dari Sabang sampai Merauke agar terus membuat perubahan positif dan berkontribusi terhadap lingkungan dengan giat menggalakkan kampanye kesehatan dan perilaku hidup bersih di rumah dan sekolah.

Menjadi Dokter Kecil Zaman Now, Bukan Hanya untuk Jadi Dokter

Rayakan 1 Dekade, PB IDI dan RB Indonesia Selenggarakan Reuni Pemenang Dokter Kecil Award/Istimewa

Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan program tersebut bertujuan untuk menggairahkan program dokter kecil di sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di seluruh sekolah dasar di Indonesia. Dengan adanya dokter kecil di sekolah, diharapkan tumbuh pemahaman dan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat bagi anak-anak usia sekolah dasar melalui role model yang dekat dengan mereka, yaitu teman sebaya. “Saya berharap program ini dapat konsisten hadir setiap tahun dan terus meningkatkan kualitas maupun kuantitas peserta. Sehingga, tujuan kampanye kesehatan yang dicita-citakan mampu terlaksana," katanya.

Sementara itu, Head of Marketing RB Indonesia Arijit Sengupta menambahkan program yang itu selaras dengan visi dan misi RB untuk membantu menciptakan hidup yang lebih sehat dan lebih baik bagi konsumen Indonesia. “Program ini mengajarkan kepada kita bahwa perilaku hidup bersih dan sehat dapat dimulai sejak usia dini, bahwa siswa sekolah dasar pun dapat berperan sebagai agen perubahan untuk menularkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungannya masing-masing,” kata nya.

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?