TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Dilema Petani Saat Sumber Air Lahannya Dikeringkan Pemerintah

Sorot.co - 3 hari lalu

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Bayangan meraup rupiah dari hasil jerih payahnya merawat tanaman padi bakalan pupus dari benak para petani di wilayah Kecamatan Sentolo dan Lendah. Mereka yang telat menanam padi pada Masa Tanam (MT) II harus menghadapi resiko gagal panen.

Kisah pilu ini dimulai dari pengeringan Saluran Irigasi atau Intake Kalibawang sejak Minggu (15/04) kemarin. Lahan seluas sekitar 100 hektar di wilayah Sentolo dan Lendah yang baru saja ditanami padi, terancam mengalami kekeringan lantaran sumber air hanya bergantung pada Intake Kalibawang.

Meski Pemkab Kulon Progo melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo telah melakukan sejumlah sosialisasi kepada seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), terkait pengeringan dan perbaikan saluran irigasi Kalibawang, banyak petani masih lebih memilih menanam padi.

Mereka mengaku dilema ketika mengetahui perbaikan Intake Kalibawang dilakukan ketika masa tanam masih berlangsung. Opsi untuk menanam jenis tanaman palawija rupanya bukan menjadi jawaban atas semua masalah yang ada.

"Kalau mau menanam padi lahannya jelas pasti kering. Kemarin ada masukan untuk menanam palawija atau jagung, tapi kalau hujan turun lahannya pasti basah dan tanaman palawija busuk. Sama saja artinya," ungkap salah seorang petani terdampak, Sastro Wiharjo (59), warga Salamrejo, Kecamatan Sentolo, Selasa (17/04/2018).

Sastro mengibaratkan bahwa kondisi para petani kini seperti bermain judi. Sebagian petani berharap hujan masih turun lantaran menanam padi. Sebagian lagi memilih menanam palawija dan berharap hujan tidak turun.

Tak hanya bagi para petani, para buruh tani yang dipercaya untuk merawat lahan pemilik sawah juga mengalami dilema. Pasalnya, mereka yang menggantungkan hidup dari merawat sawah milik orang lain bakal terancam kehilangan pekerjaan.

"Banyak buruh tani yang akhirnya dipaido (tidak didengarkan) alasannya oleh para pemilik lahan sawah. Para pemilik lahan sawah biasanya tetap meminta agar menanam padi. Tapi kalau rugi, buruh yang disalahkan," sambung Sastro.

Petani lain asal Pedukuhan Bulak, Banguncipto, Kecamatan Sentolo juga mengalami hal serupa. Hampir sebagian besar petani di Sentolo mengalami keterlambatan melakukan tanam padi pada masa tanam kali ini.

Ia sempat mendengar informasi bahwa DPP Kulon Progo bakal meminjamkan mesin pompa air selama perbaikan Intake Kalibawang hingga 31 Juli mendatang. Namun menurutnya, hal tersebut bukan sebuah solusi bagi permasalahan yang kini dihadapi para petani.

"Di sini (lahan persawahan Sentolo) sedikit sumurnya. Mau ngambil air dari sungai juga terlalu jauh," katanya.
Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?