TIDAK ADA KONEKSI

Babe ikut sedih koneksi internet kamu terputus atau tidak tersambung dengan internet

COBA LAGI

Selalu Sajikan Berita yang Kamu Inginkan
Kapan saja dimana saja !

Tersedia di

Setelah Ngamar Bareng Selingkuhan, Anita Dibunuh Jasadnya Sangat Menyedihkan

Almitania alias Anita Azka (34), perempuan berkulit putih ditemukan

BACA DI APLIKASI BABE
(303.948)
Top Developer

Berbasis Kawasan, Transmigrasi di Talaud Wujud Percepatan Pembangunan

telegrafnews.co - 3 hari lalu
Berbasis Kawasan, Transmigrasi di Talaud Wujud Percepatan Pembangunan

Transmigrasi sebagai bagian pembangunan wilayah melalui penataan penduduk, sangat relevan sebagai suatu pendekatan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan daerah, dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa di Kepulauan Talaud.

Pernyataan itu diungkapkan Plt Bupati Kepulauan Talaud Petrus Simon Tuange, ketika membuka sosialisasi Transmigrasi Berbasis Kawasan dan Identifikasi Potensi Kawasan Transmigrasi di Aula Bapelitbang, kompleks perkantoran Pemkab Talaud, Selasa (17/4) 2018.

“Transmigrasi yang bukan hanya perpindahan penduduk, tetapi bagian dari pembangunan wilayah melalui penataan kawasan penduduk, ini yang paling cocok bagi kami di Kabupaten Kepulauan Talaud,” kata Tuange.

Tuange menjelaskan, sesuai potensi yang dimiliki, Kepulauan Talaud dapat dikembangkan menjadi 3 kawasan. Pertama, kawasan minapolitan. Hal itu didukung potensi perikanan laut yang sangat besar. Dimana 97% wilayah Talaud berupa laut dengan potensi ikan melimpah, ditambah 90% penduduk Talaud juga adalah nelayan.

Kedua, kawasan berbasis agropolitan. Kawasan agropolitan itu, katanya, dapat dikembangkan di Kecamatan Essang, sebagai pusat pengembangan tanaman abaka, yang merupakan bahan baku pembuatan uang dollar.

Ketiga, kawasan perkebunan yang meliputi perkebunan pala, cengkih, dan kepala.

“Talaud merupakan salah satu daerah penghasil pala yang besar tetapi yang saat ini diolah itu hanya biji palanya sementara daging pala tidak dimanfaatkan. Hal ini sebenarnya butuh perhatian khusus dan kalau ini bisa dikembangkan dapat membantu perekonomian juga dari masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan terkait sistem penataan pemukiman, Tuange mendorong kepada sistem pugar, bukan sistem bangun baru.

“Berdasarkan kawasan yang sudah ada itu dan mengingat penduduk kita belum padat, maka tidak mungkin dipindahkan ke tempat lain atau bangun baru. Lebih tepat adalah perkampungan yang ada itu dilakukan pemugaran,” ujar Tuange.

Hanya saja, masih minimnya sarana prasarana dasar seperti jalan, dan fasilitas lainnya, maka dalam pengembangan transmigrasi itu perlu ada kerja sama lintas sektoral baik di tingkat daerah maupun kementerian.

“Pemerintah daerah sangat mendukung program ini, dan akan terus bersinergi dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Talaud,” tandasnya.

Donna Liana Sipahutar, Kasubdit Bina Potensi dan Kawasan Transmigrasi Dirjen Penyiapkan Kawasan Pembangunan Pemukiman Transmigrasi Kementerian Desa-PDTT mengatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 29/2009, pelaksanaan transmigrasi dilakukan berbasis kawasan yang meliputi keterkaitan dengan kawasan sekitarnya guna membentuk suatu kawasan untuk pengembangan ekonomi wilayah.

Pengembangan wilayah transmigrasi itu diarahkan untuk pusat pertumbuhan baru, sebagai kawasan perkotaan baru. Sedangkan lokasi pemukiman transmigrasi diarahkan untuk mendukung pusat pertumbuhan yang telah ada atau yang sedang berkembang sebagai pusat pertumbuhan baru.

Namun pengembangan transmigrasi itu bukan menjadi urusan wajib pemerintah pusat. Tetapi merupakan urusan pilihan dari pemerintah daerah, dan difasilitasi oleh pemerintah pusat.

“Transmigrasi adalah program pemerintah daerah yang difasilitasi oleh pemerintah pusat. Jadi pengembangan transmigrasi bisa dilakukan bila dipilih oleh pemerintah daerah sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Diketahui, kegiatan ini selain untuk mesosialisasikan kebijakan pemerintah dalam program transmigrasi, juga ditujukan untuk menyatukan persepsi tentang program transmigrasi berbasis kawasan.

Materi sosialisasi mencakup, kebijakan transmigrasi, identifikaasi potensi kawasan transmigrasi, perencanaan teknis kawasan, dan pembangunan pemukiman, dengan narasumber Ir. Donna Liana Sipahutar Msc, didampingi Kasubdit Identifikasi dan Informasi Potensi Kawasan Dra Diah Eka P Msi, dan Tenaga Ahli Hasta Herlen Asymar ST MM. (rey atapunang)

Home
Video
Lokal
Ekstra

Ente tau gak?